TINDAK LANJUT KERJASAMA ANTARA RUMAH BUMN DENGAN DISPERINDAGKOP UKM KAB. BANJARNEGARA, PEMBENTUKAN NAMA/BRAND PADA KLASTER KOPI DI BANJARNEGARA

Banjarnegara, Kamis 17 Februari 2022.

Hasil pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Rumah BUMN pada tanggal 18 Januari 2022 bahwa di Jawa Tengah terdapat 17 Rumah BUMN yang terletak di berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan kolaborasi dalam peningkatan daya saing dan pengembangan jaringan bagi UMKM.   Bersama Rumah Kreatif BUMN, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banjarnegara melakukan identifikasi awal pembentukan klaster kopi lingkup kabupaten bersama Kelompok Petani kopi *Gondo Arum* Desa Binangun Kecamatan Karangkobar yang diketuai oleh bapak Imam Sajidin sebagai pelaku UMKM kopi pertama di Banjarnegara sekaligus ketua APKI (Asosiasi Petani Kopi Indonesia). Untuk Kopi Gondo Arum sendiri memiliki anggota 30 orang petani kopi dan sudah memiliki perizinan yang lengkap hingga Sertifikat Organis dari Inofis Jakarta sampai tahun 2022.

Kelanjutan kerjasama antara Rumah BUMN bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banjarnegara di bulan bulan Februari, yaitu Klasterisasi (Pembuatan Klaster Usaha Kecil dan Menengah) berdasarkan potensi masing-masing Kabupaten/Kota. Kabupaten Banjarnegara memiliki tiga potensi utama yaitu salak, gula semut dan kopi. Pada kesempatan kali ini, yang terpilih  adalah potensi dari kopi. Tim yang terdiri dari Koordinator UKM Ibu Sri Wijayanti N., SE, Penyuluh Perindag Ibu Nurhandini I., SE, serta dua Pendamping UMKM, Ibu Windi Dwi Lestari, SE dan Bapak Eriyanto, A.Md melakukan pembinaan ke klaster kopi yang bertempat di rumah Bapak Imam Sajidin, pengusaha Kopi Gondo Arum Desa Binangun Kecamatan Karangkobar.

Dengan membentuk Klasterisasi UMKM akan mempermudah ketika pada nantinya ada pemesanan suatu produk dalam kapasitas besar, pemesanan ekspor ke luar negeri misalnya atau permintaan kopi dari kota lain. Selain itu, diharapkan juga kualitas dan kuantitas serta harga kopi bisa seragam. Pembentukan klaster akan mempermudah juga dalam pengawasan kualitas (quality control), konsolidasi dan koordinasi antar UMKM, serta memiliki satu naungan usaha yang jelas dengan satu pintu kepengurusan, penyatuan menjadi satu Brand/merek. Pembentukan klaster dimaksudkan juga agar bisa dijadikan sebagai payung pelindung petani kopi dalam menghadapi permasalahan dalam budidaya tanaman maupun dalam persaingan. Saat ini, sasaran utama pemasaran adalah expor ke Eropa.

Leave a Comment