Pelatihan Olahan Salak di Desa Plumbungan Kecamatan Pagentan

Banjarnegara (18/07-2022) Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Bidang Olahan Salak. Pelatihan ini dilaksanakan selama lima (5) hari mulai tanggal 18 – 22 Juli 2022 yang bertempat di Pendopo Desa Plumbungan Kecamatan Pagentan – Banjarnegara. Kegiatan ini dibuka secara  langsung oleh Bp. Ir. Abdul Suhendi selaku Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM Kabupaten Banjarnegara mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah dengan didampingi oleh Ibu Kasmini selaku Kepala Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara dan Ibu Trisila Juwantara selaku narasumber dari CV. Yuasa Food Berkah Makmur Kab. Wonosobo.

Dalam sambutannya, Bapak Ir. Abdul Suhendi menyampaikan bahwa dengan mengembangkan potensi lokal dapat menambah nilai jual dan pendapatan masyarakat. Dengan demikian dapat mewujudkan masyarakat dan pelaku UMKM di Kabupaten Banjarnegara yang mandiri, tangguh, berdaya saing, inovatif dan sejahtera. Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM Kabupaten Banjarnegara berharap semua peserta dapat mempraktekkan bagaimana cara mengolah buah salak menjadi berbagai olahan jenis ataupun bentuk makanan lain dari bahan baku buah salak serta dapat menambah wawasan dan semakin berinovasi dengan memberikan manfaat yang lebih luas khususnya kesejahteraan masyarakat desa.

Desa Plumbungan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu desa yang termasuk kategori Kemiskinan Ekstrim. Sehingga termasuk dalam program desa yang harus dibina. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan warga desa, sehingga titel Desa dengan Kemiskinan Ekstrim sudah tidak melekat lagi pada Desa Plumbungan.

Pelatihan hari ke dua dimana menu yang dipraktekkan adalah pembuatan selai salak, dodol salak dan cara pengemasannya. Harapan ke depan masyarakat Desa Plumbungan mampu membuat olahan salak guna mengatasi permasalahan dimana buah salak sedang menurun nilai jualnya, maka masyarakat Desa Plumbungan mampu menaikkan nilai jual melalui produk olahan salak tersebut.

Antusiasme para peserta dalam mengikuti Pelatihan Olahan Salak pada hari ke tiga semakin meningkat. Ibu Sriwatini dari UKM Poetra Roti selaku narasumber memberikan beberapa resep olahan salak diantaranya adalah kerupuk salak dan bakpia salak. Beliau mempraktekkan pembuatan kerupuk salak dan bakpia salak dengan dibantu oleh asistennya Ibu Marsini mengolah buah salak dari awal hingga menjadi olahan kerupuk salak dan bakpia salak. 

Pada Pelatihan Olahan Salak hari ke empat adalah proses pembuatan eggroll salak dan juga brownies salak. Antusiasme peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini sangat tinggi bahkan berharap kedepannya akan ada pelatihan kelanjutan terkait dengan olahan salak. 

Pelatihan Olahan Salak yang diikuti 25 peserta  selama lima hari, semua peserta mengikuti acara demi acara dengan penuh semangat. Para peserta mengharapkan adanya pelatihan lanjutan dengan alasan karena adanya sumber daya alam khususnya hasil panen buah salak yang melimpah, mereka ingin mengolahnya menjadi makanan sehingga dapat menaikkan nilai jual yang lebih tinggi di kala buah salak nilai jualnya sangat rendah.

Leave a Comment